Perbedaan Angiografi dan Angioplasti: Panduan Pasien Jantung Memahami Prosedur Medis

Perbedaan Angiografi dan Angioplasti: Panduan Pasien Jantung Memahami Prosedur Medis

Perbedaan Angiografi dan Angioplasti: Panduan Pasien Jantung Memahami Prosedur Medis

Mojokerto, 6 November 2026. Jantung memiliki peran penting dalam memompa darah ke seluruh tubuh, sehingga kesehatannya sangat bergantung pada kelancaran aliran darah melalui pembuluh darah koroner. Namun, penumpukan plak yang terdiri dari lemak dan zat lainnya dapat menyebabkan pembuluh darah mengalami penyempitan sehingga tersumbat. Kondisi ini dikenal sebagai penyakit jantung koroner dan dapat mengganggu pasokan oksigen ke otot jantung.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menyebutkan bahwa penyakit kardiovaskuler merupakan penyebab kematian tertinggi di dunia. Pada tahun 2022, diperkirakan 19,8 juta orang meninggal akibat penyakit kardiovaskular. Salah satu jenisnya adalah penyakit jantung koroner, yaitu gangguan pada pembuluh darah yang menyuplai darah ke otot jantung. Oleh karena itu, deteksi dini dan penanganan yang tepat menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan jantung.

Dalam penanganannya, terdapat sejumlah prosedur medis yang dapat dilakukan sesuai kondisi pasien, dua di antaranya adalah angiografi dan angioplasti koroner.

Angiografi koroner merupakan prosedur pemeriksaan untuk melihat kondisi pembuluh darah yang menyuplai darah ke jantung. Pemeriksaan ini dilakukan dengan memasukkan kateter atau selang tipis melalui pembuluh darah, umumnya di area pergelangan tangan atau lipat paha. Selanjutnya, cairan kontras disuntikkan agar pembuluh darah terlihat melalui pencitraan sinar-X. Melalui prosedur ini, dokter dapat mengetahui lokasi, tingkat, serta kondisi penyempitan atau sumbatan yang terjadi pada pembuluh darah koroner. Dengan demikian, angiografi membantu dokter menentukan langkah penanganan yang sesuai berdasarkan kondisi pasien.

Berbeda dengan angiografi, angioplasti koroner merupakan tindakan medis yang bertujuan membuka pembuluh darah yang mengalami penyempitan atau sumbatan agar aliran darah dapat membaik. Prosedur ini menggunakan kateter yang dilengkapi balon kecil untuk melebarkan bagian pembuluh darah yang bermasalah. Dalam banyak kasus, dokter juga memasang stent atau ring berupa tabung kecil berbentuk jaring untuk membantu menjaga pembuluh darah tetap terbuka. Angioplasti dapat dilakukan setelah hasil angiografi menunjukkan adanya penyempitan yang memerlukan tindakan lebih lanjut. Dalam kondisi tertentu, kedua prosedur tersebut dapat dilakukan dalam satu rangkaian tindakan.

Meskipun saling berkaitan, angiografi dan angioplasti memiliki tujuan yang berbeda. Angiografi berfungsi untuk mengetahui kondisi pembuluh darah, sedangkan angioplasti merupakan tindakan untuk menangani penyempitan atau sumbatan yang ditemukan. Tidak semua pasien yang menjalani angiografi membutuhkan angioplasti, karena keputusan tindakan bergantung pada tingkat penyempitan, pengaruhnya terhadap aliran darah, kondisi kesehatan, serta pertimbangan dokter spesialis jantung.

“Penting bagi masyarakat untuk memahami bahwa angiografi dan angioplasti merupakan dua prosedur dengan tujuan yang berbeda. Angiografi membantu kami melihat kondisi pembuluh darah koroner, sedangkan angioplasti dilakukan apabila berdasarkan hasil pemeriksaan dan pertimbangan medis diperlukan tindakan untuk membuka penyempitan. Karena itu, setiap keputusan tindakan harus disesuaikan dengan kondisi masing-masing pasien.” ujar Dokter Spesialis Jantung IHC RS Perkebunan Jember Klinik dr. Aditha Satria Maulana, Sp.JP(K), FIHA, FACC, FAPSIC.

Pemahaman mengenai angiografi dan angioplasti dapat membantu pasien mengenali tujuan tindakan medis serta mempersiapkan diri dengan lebih baik ketika mendapatkan rekomendasi pemeriksaan atau penanganan jantung. Sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap kesehatan, IHC PT Nusantara Medika Utama (NMU) mengajak masyarakat untuk lebih peduli terhadap kesehatan jantung melalui pemeriksaan berkala, penerapan pola hidup sehat, dan konsultasi dengan tenaga medis apabila mengalami keluhan. Dengan pemahaman yang tepat dan penanganan sesuai kebutuhan, upaya menjaga kesehatan jantung dapat dilakukan secara lebih optimal.

Sumber:
World Health Organization (WHO). Cardiovascular Diseases (CVDs). 31 Juli 2025.
https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/cardiovascular-diseases-%28CVDs%29
Mayo Clinic. Proses angioplasti, pemasangan stent, dan pemulihan pasien.
https://www.mayoclinic.org/tests-procedures/coronary-angioplasty/about/pac-20384761
Cardiac Consulting (2026). Angiography vs Angioplasty: What Is the Difference?
https://cardiacconsulting.co.uk/angiography-vs-angioplasty-what-is-the-difference/

Subscribe Channer Youtube Resmi IHC PT Nusantara Medika Utama: IHC NMU Insight https://www.youtube.com/@ihc.nmuinsight