Mengenal APAR dan Cara Penggunaannya sebagai Bagian dari Kesiapsiagaan Keselamatan
Mengenal APAR dan Cara Penggunaannya sebagai Bagian dari Kesiapsiagaan Keselamatan
Mojokerto, 3 September 2026. Keselamatan adalah aspek krusial yang harus menjadi fokus bersama, terutama saat menghadapi situasi darurat yang mungkin muncul kapan saja dan di lokasi mana saja. Salah satu situasi darurat yang dapat menyebabkan kerugian yang signifikan adalah kebakaran. Api yang masih dalam fase awal dapat berkembang menjadi lebih besar jika tidak segera ditanggulangi dengan cara yang benar. Untuk itu, pengetahuan tentang peralatan keselamatan serta langkah-langkah yang bisa diambil pada saat-saat darurat merupakan elemen penting dalam menciptakan kesiapsiagaan di tempat kerja.
Salah satu alat yang penting dalam mengatasi kebakaran pada fase awal adalah APAR (Alat Pemadam Api Ringan). APAR adalah alat yang digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran ketika situasi masih aman untuk ditangani. Keberadaan APAR di tempat kerja tidak hanya menjadi bagian dari fasilitas keselamatan, tetapi juga merupakan salah satu cara untuk siap menghadapi kemungkinan situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.
Pemahaman mengenai APAR menjadi hal yang penting karena keberadaan alat tersebut akan lebih optimal apabila setiap individu mengetahui fungsi dan cara penggunaannya. Dalam keadaan kebakaran, keadaan bisa berubah dengan cepat dan ketakutan bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bertindak. Dengan memiliki pengetahuan dasar tentang cara menggunakan APAR, setiap orang diharapkan bisa mengambil langkah awal dengan lebih tepat dan tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang-orang di sekitar mereka.
Dalam penggunaannya, APAR memiliki langkah yang sederhana dan dapat diingat melalui metode C-A-T-S, yaitu Cabut, Arahkan, Tekan, dan Sapukan. Pengguna terlebih dahulu perlu mengecek kondisi APAR dan indikator tekanan apabila tersedia, kemudian mencabut pin pengaman atau segel. Selanjutnya, arahkan nozzle atau selang menuju pangkal api dengan tetap memperhatikan jarak yang aman, sekitar 1–2 meter dari titik api serta memperhatikan arah angin apabila kebakaran terjadi di luar ruangan. Setelah posisi nozzle tepat, tekan tuas APAR untuk mengeluarkan media pemadam, kemudian sapukan nozzle ke arah kanan dan kiri pada bagian pangkal api hingga api dapat dipadamkan. Setelah api terlihat padam, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi di sekitar karena terdapat kemungkinan api kembali menyala apabila sumber panas atau material yang terbakar masih ada.
Selain memahami cara pemakaiannya, hal yang juga sangat penting adalah mengetahui batasan dalam menggunakan APAR. APAR ditujukan untuk membantu mengatasi kebakaran pada fase awal, jadi tidak disarankan untuk digunakan jika kebakaran sudah semakin besar dan tidak aman untuk diatasi. Api yang telah membesar, asap yang semakin tebal, penyebaran api yang cepat, serta situasi yang sudah mengancam jalur evakuasi adalah beberapa keadaan yang perlu dipertimbangkan untuk tidak memaksakan usaha pemadaman.
Dalam situasi tersebut, menjaga keselamatan diri sendiri dan orang di sekitar harus menjadi hal yang paling penting. Jika situasi terasa berbahaya, setiap orang diharapkan segera meninggalkan lokasi dengan menggunakan jalur yang sudah ditentukan dan menghubungi petugas atau pihak yang bertanggung jawab dalam menangani keadaan darurat. Usaha untuk memadamkan api tidak boleh dilakukan dengan mengesampingkan keselamatan diri sendiri, karena tindakan yang salah justru dapat menambah risiko bagi keselamatan.
Dalam rangka mendukung terciptanya budaya keselamatan, penting bagi semua orang untuk memahami APAR, tidak hanya petugas saja, tetapi juga sebagai pengetahuan yang dibagikan di tempat kerja. Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk membantu menciptakan suasana yang aman dengan mengenali potensi bahaya, mengetahui di mana peralatan keselamatan berada, serta memahami langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat.
IHC PT Nusantara Medika Utama memahami bahwa keselamatan adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan nyaman. Kesadaran ini perlu dikembangkan melalui pengetahuan, rasa peduli, dan kesiapan setiap orang dalam menghadapi kemungkinan risiko yang bisa terjadi. Memahami cara menggunakan APAR adalah salah satu cara sederhana untuk bersiap yang dapat memberikan keuntungan saat menghadapi situasi kebakaran di tahap awal.
Sekilas Tentang IHC PT Nusantara Medika Utama
Dengan terbitnya UU RI No.46 tahun 2009 tentang Rumah Sakit maka didirikan PT Nusantara Medika Utama sebagai anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X yang mengelola 4 (empat) Rumah Sakit, 6 (enam) Klinik Pratama Rawat Inap, 9 Klinik Pratama Rawat Jalan yang tersebar di wilayah Jawa Timur. 2 (dua) Klinik Pratama Rawat Jalan memiliki layanan estetika/kecantikan yaitu Klinik Pratama Rawat Jalan HVA dan Klinik Pratama Rawat Jalan Puri. Sejak ditandatanganinya kesepakatan pengambilalihan saham mayoritas oleh PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC) pada tanggal 7 Agustus 2020, PT Nusantara Medika Utama bergabung dalam Holding RS BUMN dan menjadi anak perusahaan dibawah kepemimpinan Pertamedika IHC. (Sumber: IHC PT NMU, 2026, edited by: IHC PT NMU 2026).
Mojokerto, 3 September 2026. Keselamatan adalah aspek krusial yang harus menjadi fokus bersama, terutama saat menghadapi situasi darurat yang mungkin muncul kapan saja dan di lokasi mana saja. Salah satu situasi darurat yang dapat menyebabkan kerugian yang signifikan adalah kebakaran. Api yang masih dalam fase awal dapat berkembang menjadi lebih besar jika tidak segera ditanggulangi dengan cara yang benar. Untuk itu, pengetahuan tentang peralatan keselamatan serta langkah-langkah yang bisa diambil pada saat-saat darurat merupakan elemen penting dalam menciptakan kesiapsiagaan di tempat kerja.
Salah satu alat yang penting dalam mengatasi kebakaran pada fase awal adalah APAR (Alat Pemadam Api Ringan). APAR adalah alat yang digunakan untuk membantu memadamkan kebakaran ketika situasi masih aman untuk ditangani. Keberadaan APAR di tempat kerja tidak hanya menjadi bagian dari fasilitas keselamatan, tetapi juga merupakan salah satu cara untuk siap menghadapi kemungkinan situasi darurat yang bisa terjadi kapan saja.
Pemahaman mengenai APAR menjadi hal yang penting karena keberadaan alat tersebut akan lebih optimal apabila setiap individu mengetahui fungsi dan cara penggunaannya. Dalam keadaan kebakaran, keadaan bisa berubah dengan cepat dan ketakutan bisa mempengaruhi kemampuan seseorang untuk bertindak. Dengan memiliki pengetahuan dasar tentang cara menggunakan APAR, setiap orang diharapkan bisa mengambil langkah awal dengan lebih tepat dan tetap memperhatikan keselamatan diri dan orang-orang di sekitar mereka.
Dalam penggunaannya, APAR memiliki langkah yang sederhana dan dapat diingat melalui metode C-A-T-S, yaitu Cabut, Arahkan, Tekan, dan Sapukan. Pengguna terlebih dahulu perlu mengecek kondisi APAR dan indikator tekanan apabila tersedia, kemudian mencabut pin pengaman atau segel. Selanjutnya, arahkan nozzle atau selang menuju pangkal api dengan tetap memperhatikan jarak yang aman, sekitar 1–2 meter dari titik api serta memperhatikan arah angin apabila kebakaran terjadi di luar ruangan. Setelah posisi nozzle tepat, tekan tuas APAR untuk mengeluarkan media pemadam, kemudian sapukan nozzle ke arah kanan dan kiri pada bagian pangkal api hingga api dapat dipadamkan. Setelah api terlihat padam, pengguna tetap perlu memperhatikan kondisi di sekitar karena terdapat kemungkinan api kembali menyala apabila sumber panas atau material yang terbakar masih ada.
Selain memahami cara pemakaiannya, hal yang juga sangat penting adalah mengetahui batasan dalam menggunakan APAR. APAR ditujukan untuk membantu mengatasi kebakaran pada fase awal, jadi tidak disarankan untuk digunakan jika kebakaran sudah semakin besar dan tidak aman untuk diatasi. Api yang telah membesar, asap yang semakin tebal, penyebaran api yang cepat, serta situasi yang sudah mengancam jalur evakuasi adalah beberapa keadaan yang perlu dipertimbangkan untuk tidak memaksakan usaha pemadaman.
Dalam situasi tersebut, menjaga keselamatan diri sendiri dan orang di sekitar harus menjadi hal yang paling penting. Jika situasi terasa berbahaya, setiap orang diharapkan segera meninggalkan lokasi dengan menggunakan jalur yang sudah ditentukan dan menghubungi petugas atau pihak yang bertanggung jawab dalam menangani keadaan darurat. Usaha untuk memadamkan api tidak boleh dilakukan dengan mengesampingkan keselamatan diri sendiri, karena tindakan yang salah justru dapat menambah risiko bagi keselamatan.
Dalam rangka mendukung terciptanya budaya keselamatan, penting bagi semua orang untuk memahami APAR, tidak hanya petugas saja, tetapi juga sebagai pengetahuan yang dibagikan di tempat kerja. Setiap individu memiliki tanggung jawab untuk membantu menciptakan suasana yang aman dengan mengenali potensi bahaya, mengetahui di mana peralatan keselamatan berada, serta memahami langkah-langkah yang harus diambil saat menghadapi situasi darurat.
IHC PT Nusantara Medika Utama memahami bahwa keselamatan adalah hal yang sangat penting untuk menciptakan tempat kerja yang aman dan nyaman. Kesadaran ini perlu dikembangkan melalui pengetahuan, rasa peduli, dan kesiapan setiap orang dalam menghadapi kemungkinan risiko yang bisa terjadi. Memahami cara menggunakan APAR adalah salah satu cara sederhana untuk bersiap yang dapat memberikan keuntungan saat menghadapi situasi kebakaran di tahap awal.
Sekilas Tentang IHC PT Nusantara Medika Utama
Dengan terbitnya UU RI No.46 tahun 2009 tentang Rumah Sakit maka didirikan PT Nusantara Medika Utama sebagai anak perusahaan PT Perkebunan Nusantara X yang mengelola 4 (empat) Rumah Sakit, 6 (enam) Klinik Pratama Rawat Inap, 9 Klinik Pratama Rawat Jalan yang tersebar di wilayah Jawa Timur. 2 (dua) Klinik Pratama Rawat Jalan memiliki layanan estetika/kecantikan yaitu Klinik Pratama Rawat Jalan HVA dan Klinik Pratama Rawat Jalan Puri. Sejak ditandatanganinya kesepakatan pengambilalihan saham mayoritas oleh PT Pertamina Bina Medika IHC (Pertamedika IHC) pada tanggal 7 Agustus 2020, PT Nusantara Medika Utama bergabung dalam Holding RS BUMN dan menjadi anak perusahaan dibawah kepemimpinan Pertamedika IHC. (Sumber: IHC PT NMU, 2026, edited by: IHC PT NMU 2026).